Temuan Batu Diduga Artefak di Tanjung Duren Selatan Diteliti
Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat menindaklanjuti temuan lempengan batu diduga artefak di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan. Diduga, keempat objek diduga cagar budaya berupa lempengan batu dengan aksara cina itu merupakan Bongpay.
"Temuan ini dapat melengkapi khazanah sejarah perkembangan Jakarta,"
Kepala Seksi Perlindungan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Sekrino menjelaskan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke Kantor Lurah Tanjung Duren Selatan, Rabu (3/6) kemarin. menindaklanjuti laporan temuan empat lempengan batu granit yang diduga objek cagar budaya tersebut.
"Dari pengamatan awal, penemuan ini tidak mengherankan karena wilayah Jakarta barat terutama Glodok dan kawasan Tanjung Duren sekitarnya sejak dahulu memang dikenal sebagai kantong kebudayaan masyarakat Tionghoa," katanya, Kamis (4/6).
Sudut Lahan Kantor Kelurahan Tanjung Duren Selatan Dimanfaatkan Jadi Kebon MelonDilanjutkan Sekrino, dalam catatan peta lama Jakarta dan berbagai sumber tertulis pernah berdiri salah satu Tepekong terbesar di Batavia yang berlokasi di wilayah Tanjung Duren. Meski belum bisa memastikan, Sekrino menduga ada keterkaitan dengan penemuan tersebut.
Dijelaskan Sekrino, dari keterangan pihak kelurahan lempengan batu itu telah diketahui masyarakat sejak lama. Namun karena ketidaktahuan, objek itu sering digunakan sebagai alas mencuci motor, bahkan ada yang memanfaatkan sebagai bahan tambahan pembangunan rumah.
"Kami akan mengirim nota dinas ke Kepada Dinas Kebudayan untuk melaporkan temuan ini," tuturnya.
Ia berharap, temuan itu bisa ditindaklanjuti pihak Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) DKI Jakarta agar untuk meneliti dan mengkaji lebih komprehensif.
"Temuan ini dapat melengkapi khazanah sejarah perkembangan Jakarta," tambahnya.
Lurah Tandung Duren Selatan, Indri Prawiji menjelaskan, awalnya temuan batu itu terdeteksi setelah ada unggahan media sosial dari warga. Kemudian, jajarannya melakukan monitoring untuk memastikan ke lokasi di wilayah RW 01 dan RW 05.
Saat ditemukan, lempengan batu itu tergeletak di pinggir jalan kawasan permukiman warga. Kemudian, untuk mengantisipasi kerusakan atau hilang, batu tersebut diamankan ke kantor kelurahan.
"Semoga penelitian lebih lanjut bisa memastikan apakah batu itu termasuk artefak yang memiliki sejarah terkait perkembangan Jakarta," harapnya.